Artikel ;Tantangan Implementasi Media Berbasis IT dalam Dunia Pendidikan dan Informasi



Tantangan Implementasi Media Berbasis IT dalam Dunia Pendidikan dan Informasi 



Pendahuluan

Perkembangan teknologi informasi (TI) telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang media. Media berbasis IT, seperti e-learning, digital journalism, media sosial, dan multimedia interaktif, telah menjadi sarana utama dalam penyebaran informasi dan pendidikan. Namun, implementasi media berbasis IT tidak terlepas dari tantangan yang kompleks, baik dari sisi teknis, sumber daya manusia, infrastruktur, hingga aspek etis dan keamanan.

Tantangan Implementasi Media Berbasis IT

1. Keterbatasan Infrastruktur Teknologi

Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan infrastruktur, terutama di wilayah pedesaan dan daerah terpencil. Koneksi internet yang lambat, perangkat keras yang tidak memadai, dan kurangnya akses listrik menjadi hambatan dalam mengakses media berbasis IT.

“Digital divide” masih menjadi persoalan utama dalam pemerataan akses terhadap teknologi informasi, terutama di negara berkembang.
(Prasojo, L.D., & Habibi, A. (2020). Digital Inequality in Education. Journal of Educational Research and Evaluation)

2. Kurangnya Literasi Digital

Pengguna media berbasis IT, baik siswa, guru, jurnalis, maupun masyarakat umum, masih banyak yang memiliki literasi digital rendah. Hal ini menyebabkan kesulitan dalam mengoperasikan teknologi, memilah informasi yang valid, serta dalam menjaga keamanan data pribadi.

Kemampuan literasi digital tidak hanya menyangkut keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman kritis terhadap informasi digital.
(Ng, W. (2012). Can We Teach Digital Natives Digital Literacy? Computers & Education)

3. Keamanan dan Privasi Data

Peningkatan penggunaan media digital membawa risiko kebocoran data dan serangan siber. Banyak platform IT belum memiliki sistem keamanan yang memadai untuk melindungi data pengguna, termasuk dalam konteks pendidikan daring dan media sosial.

Aspek keamanan siber harus menjadi prioritas dalam implementasi media digital, terutama ketika melibatkan data anak atau informasi sensitif lainnya.
(Al-Kuwaiti, A., Kyriakopoulos, N., & Hussein, M. (2020). Cybersecurity in the Age of COVID-19. Computer)

4. Ketimpangan Kompetensi SDM

Tidak semua pihak yang terlibat dalam penggunaan media berbasis IT memiliki kompetensi yang seimbang. Guru, misalnya, mungkin tidak memiliki keterampilan yang sama dalam memanfaatkan platform e-learning dibandingkan siswa yang merupakan digital native.

Pelatihan dan pengembangan profesional sangat penting untuk memastikan keberhasilan transformasi digital dalam pendidikan.
(Zhang, X., & Zhu, X. (2021). Teachers’ ICT Competence and Its Influencing Factors. Education and Information Technologies)

5. Resistensi terhadap Perubahan

Beberapa institusi atau individu masih menunjukkan resistensi terhadap adopsi teknologi baru karena kekhawatiran terhadap efektivitas, biaya, atau kehilangan kendali atas metode tradisional.

Perubahan teknologi memerlukan perubahan budaya organisasi yang tidak selalu mudah dilakukan.
(Fullan, M. (2007). The New Meaning of Educational Change)

Upaya Mengatasi Tantangan

Untuk mengatasi tantangan di atas, beberapa langkah strategis yang dapat dilakukan antara lain:

  • Peningkatan infrastruktur TI di seluruh wilayah secara merata.

  • Pendidikan literasi digital sejak dini melalui kurikulum sekolah.

  • Pelatihan dan pendampingan intensif bagi tenaga pendidik dan pengguna media.

  • Pengembangan kebijakan keamanan digital dan regulasi perlindungan data.

  • Membangun kesadaran akan pentingnya transformasi digital secara kolaboratif.

Kesimpulan

Implementasi media berbasis IT memberikan peluang besar untuk meningkatkan akses informasi dan kualitas pendidikan. Namun, tantangan yang dihadapi harus ditangani secara komprehensif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Hanya dengan demikian, media berbasis IT dapat digunakan secara optimal, inklusif, dan berkelanjutan.


Referensi

  1. Prasojo, L. D., & Habibi, A. (2020). Digital Inequality in Education. Journal of Educational Research and Evaluation, 9(3), 345–359.

  2. Ng, W. (2012). Can We Teach Digital Natives Digital Literacy? Computers & Education, 59(3), 1065–1078.

  3. Al-Kuwaiti, A., Kyriakopoulos, N., & Hussein, M. (2020). Cybersecurity in the Age of COVID-19. Computer, 53(6), 17–21.

  4. Zhang, X., & Zhu, X. (2021). Teachers’ ICT Competence and Its Influencing Factors. Education and Information Technologies, 26(4), 4567–4583.

  5. Fullan, M. (2007). The New Meaning of Educational Change (4th ed.). Teachers College Press.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perkembangan Dakwah Nabi Muhammad SAW Periode Madinah

🎓 "Membuka Jendela Belajar: Peran Strategis Media Pembelajaran di Era Digital"